Feeds:
Tulisan
Komentar

Profil

34gif

Sejak tahun 1985, Tanah merah berkontur nan lebat tumbuhan ini tertanam tak lebih dari 10.000 macam pohon (dan masih terus bertambah). Atas prakarsa Bapak Boediardjo, kini tanaman tersebut telah menjadi hutan kota untuk dinikmati oleh berbagai kalangan berikut kegiatan yang tersedia.

Beragam pesona tanaman dalam perawatan dan penyemaian, Berbagai jenis spesies dan silangan yang selalu mewarnai lahan 9 (sembilan) Ha. Utamanya anggrek, ruang tanaman khas yang dibuat khusus demi kelestariaannya. Juga jenis tanaman daun lebar yang merunduk unik berusia puluhan tahun. Sempatkan kunjungan ke Pohon Krisna yang memiliki daun berkantong atau Pohon Bodi dengan daun yang dipakai sebagai gunungan dalam seni pewayangan dan dipakai sebagai symbol Tanah Tingal.Tanah Tingal, “Konservasi demi keserasian hidup” merupakan pusat pendidikan, pelatihan dan kegiatan luar ruang dan juga merupakan pusat tanaman yang difokuskan pada kegiatan workshop, informasi rawat tanaman, rumah koleksi dan penjualan tanaman dengan segala pernak-pernik kebutuhan hobies tanaman.

Perjalanan Tanah Tingal

img_1061Tidak setiap waktu ada kemeriahan di Tanah Tingal. Wajar saja, lokasi ini memang dibuat sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk para profesional, karywan dan pelajar. Pengelolanya membuka beragam paket menarik untuk outbound dewasa dan anak-anak, ajang pertemuan maupun outing bagi para korporasi. Tanah Tingal juga memanjakan penggemar flora dengan kebun bibitnya yang cukup luas.

Menurut Ennie D. Satoto, pemilik Tingal Country, lokasi ini sudah ada sejak tahun enam puluhan. Awalnya hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga. Namun mulai berubah ketika ia menjalankan amanat orang tua. ”Wadah ini sebetulnya merupakan cita-cita Bapak (alm. Boediardjo, mantan Menteri Penerangan RI).

Dari dulu beliau selalu bilang, kenapa nggak kita buat tempat pendidikan yang langsung bersentuhan dengan alam, termasuk di dalamya hubungan antarmanusia.” Cita-cita itu, cerita Ennie, muncul atas dasar 103keprihatinan Boediardjo pada perkembangan anak-anak modern, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan. Anak-anak itu tak lagi mampu bersosialiasi dengan kehidupan sekitar. Aktivitas bermain mereka bergeser pada hal-hal yang berbau instant dan cenderung tertutup.

Kesenangan didapat tanpa ada hubungan antarmanusia. Contoh paling gampang, permainan elektronik macam playstation atau game komputer. ”Saking sibuknya dengan playstation, sampai-sampai dia (si anak) nggak pernah tahu kalo ada sisi lain yang jauh lebih menarik. Pokoknya tahunya game atau jalan ke mal,” sebut Ennie. Kalau sudah begini, anak akan tumbuh menjadi individu yang egois dan tak peduli pada lingkungan sekitar. Setelah lewat survei yang dilakukan enam tahun lalu, jadilah konsep petualangan (outbound) diangkat sebagai pengisi lokasi. Beragam permainan yang merangsang nyali, mental dan rasa percaya diri bisa ditemui di lokasi seluas 8,5 hektar.

Selain menjual outbound, pengelola menyediakan ruang pertemuan, 1-copyKolam renang,  Kungkum ayu juga dibangun. Letaknya bersisian dengan resto. Bagi penikmat seni fotografi, bisa melihat-lihat hasil bidikan alm. Boediardjo. Hasil seluruh petualangan mantan Menteri Penerangan dapat dinikmati di galeri khusus yang mengambil namanya. Tak ketinggalan, ada kebun bibit anggrek berikut ruang pamer. Ini memang disediakan sebagai wadah bagi penggemar anggrek untuk berkumpul dan melakukan kegiatan. Pada Juni 2007  didirikan Sekolah Tanah Tingan berwawasan lingkungan (www.sekolahtanahtingal.net)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.